Text
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah adalah salah satu buah karya dari penulis terkenal, Tere Liye. Lewat novelnya, Tere Liye selalu mempunyai khas tersendiri dalam penulisannya sehingga menimbulkan kesan kagum bagi para pembacanya. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah adalah kisah keserhanaan dari kisah cinta antara dua anak manusia.
Novel ini mengisahkan tentang kisah cinta dari seorang pemuda pengemudi sepit bernama Borno. Borno adalah seorang pengemudi sepit (perahu kecil dengan mesin tempel) yang bekerja untuk menyebrangkan orang-orang di sungai Kapuas. Di sinilah ia bertemu dengan Mei, si gadis berwajah sendu menawan, cinta pertamanya.
Kisah ini berawal dari angpau merah yang ditemukan Borno di dasar sepit miliknya, yang kemungkinan besar itu adalah milik Mei. Ini adalah kisah pertemuan cinta pertama antara keduanya. Pertemuan ini berujung kepada perpisahan, dimana ketika Mei meninggalkan Pontianak dan pergi ke Surabaya. Tapi ternyata takdir telah merencanakan semuanya, mereka kembali dipertemukan di Surabaya ketika Borno mengantar Pak Tua untuk berobat ke Surabaya. Mereka harus berpisah lagi, Borno harus kembali ke Pontianak. Lagi-lagi takdir yang menyatukan mereka. Mereka bertemu kembali di kota Pontianak, kota kelahiran mereka berdua. Dan di Pontianak mereka menjadi semakin dekat. Sampai suatu ketika Mei menghilang dan sulit untuk ditemui secara tiba-tiba. Tanpa alasan yang jelas dia meminta Borno untuk tidak menemuinya lagi karena itu akan membuat sakit keduanya. Padahal ketika itu perasaan Borno tengah merekah dan tiba-tiba saja Mei berubah dan menghindari setiap pertemuannya dengan Borno.
Di saat semua kisah bersama Mei menjadi rumit, Borno dipertemukan dengan dokter gigi cantik dan ramah bernama Sarah, putri dari penerima donor jantung ayah Borno ketika Borno berumur 12 tahun. Lewat suratnya, Mei memohon maaf kepada Borno atas kekhilafan yang dibuat oleh ibunya. Mama Mei adalah dokter yang mengoperasi Bapak Borno waktu itu. Mamanya yang memutuskan apakah Bapak Borno telah meninggal atau belum secara medis. Seharusnya, Bapak Borno masih bisa diselamatkan. Namun, karena tergiur dengan prestasi “tinta emas”, pujian jika berhasil melakukan operasi donor jantung itu, akhirnya Bapak Borno dioperasi. Mama Mei merasa bersalah dan depresi hingga akhirnya meninggal. Kenangan masa lalu Mama Mei masih dibawa sampai sekarang. Mei pun ikut merasa bersalah pada keluarga Borno. Mei merasa tidak pantas menerima cinta Borno.
Singkat cerita, kini Borno telah menjadi pemilik bengkel yang besar. Tetapi dia tidak pernah berhenti mencintai Mei, walaupun telah beribu kali dia membaca angpau merah dari Mei. Namun, ternyata kebencian telah melebur dan terkalahkan oleh ketulusan cintanya.
Dengan keindahan bahasa khas Tere Liye serta klimaks cerita yang tak diduga, novel sangat cocok untuk Anda yang ingin tahu apa itu cinta sejati. Cinta sejati yang selalu menemukan jalannya. Cinta yang hanya bukan sekedar kata-kata gombal yang diucapkan setiap detik. Cinta adalah perbuatan. Kelebihan dari novel ini adalah dari cara penyampaian cerita yang menarik. Dengan keserderhanaan kata-kata dari penulis membuat pembaca mudah memahami kisah di dalamnya. Novel ini juga banyak tersirat pelajaran yang sangat bermakna bagi para pembaca, mengajarkan betapa pentingnya arti ketulusan, persahabatan, dan kegigihan.
| 03348 | 813 Liy k | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain